Join The Community

Premium WordPress Themes

Senin, 24 Oktober 2011

Download "Vampire Prosecutor" Indo-sub


Soompi Page || DramaWiki Page

Medium Quality download links, re-encoded from high quality
dimensions: 800 x 450
version: 720p-ArigaTo
file size: ~350 MB
English Subtitles: DarkSmurfSub For 720p-ArigaTo.

credit: Thanyawzin

Join MediaFire parts (the .001, .002 extensions) with HJSplit.

Sample To Watch: HERE

For 720p-ArigaTo version
Episode 01: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve || SUB
Episode 02: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve || SUB
Episode 03: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve || SUB
Episode 04: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve || SUB
Episode 05: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve || SUB
Episode 06: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve || SUB
Episode 07: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve || SUB
Episode 08: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve || SUB
Episode 09: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve || SUB
Episode 10: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve || SUB
Episode 11: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve || SUB
Episode 12 END: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve || SUB ^♥GoodBye♥^
For H264.P.C.Q version
English Subtitles[1-2]:MegaUpload || MediaFire || Fileserve
Episode 01: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve
Episode 02: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve
Episode 03: Please download Above ArigaTo Version.
Episode 04: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve 
Episode 05: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve
Episode 06: Please download Above ArigaTo Version.
Episode 07: Please download Above ArigaTo Version.
Episode 08: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve 
Episode 09: MegaUpload || MediaFire 1/2, MediaFire 2/2 || Fileserve ^♥NEW♥^
Episode 10 - 12 END currently unavailable (drama is still airing)

Translator : sooLazee
Type file : untuk vd vrs. 720p-ArigaTo





Sinopsis "Warrior Baek Dong Soo" Episode 11


Judul : Warrior Baek Dong Soo
Episode : 01 | 02 | 03 | 04 | 05 | 06 | 07 | 08 | 09 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29

Episode 11

Faksi Noron mengadakan pertemuan untuk merundingkan rencana melawan Pangeran Mahkota. Ketika Ratu mengingatkan pada mereka bahwa tidak boleh ada kesalahan sedikitpun yang terjadi, Tuan Hong mengumumkan bahwa Pangeran Mahkota akan mati.
Kembali ke Istana, di mana Hong Sa Hae dan anakbuah Tuan Hong sedang berusaha menyusup masuk dan menculik Ji Sun jika mereka mendapatkan kesempatan. Mereka melihatnya sedang berjalan sendirian dan menguntitnya. Dong Soo sedang sibuk mengeja C I N T A dengan kelopak bunga, dan sementara Ji Sun berjalan, semua kelopak bunga itu tertiup pergi ke arahnya ….

 
Kelihatannya Hong Sa Hae sangat buruk dalam mengendap-endap, karena Dog Soo dan Ji Suh hampir seketika itu juga mendengar mereka. Dong Soo segera meraih tangan Ji Sun dan mereka berlari melalui taman Istana untuk menghindari pengejar mereka. Dong Soo memimpinnya ke sebuah lorong aman dan kemudian mengalihkan para penguntitnya ke tempat lain.

Dong Soo berhasil mengecoh para penguntitnya, kemudian menemui Ji Sun. Dia bertanya mengapa Ji Sun ada di Istana, dan mengapa pria-pira itu menguntitnya. Ji Sun mengatakan kalau ia di sana untuk menghilangkan sebuah beban berat di pundaknya dan tak tahu mengapa mereka mengejarnya. Dong Soo bertanya mengapa Ji Sun lari dari orang-orang itu jika ia tak tahu mengapa mereka mengejarnya. Ji Sun menjawab bahwa dia sudah hidup seperti itu sepanjang waktu sampai sekarang. Ji Sun kemudian melihat kalung yang dikenakannya. Dong Soo menjelaskan kalau seorang gadis menjatuhkannya dan kemudian diambilnya, dan ini pernah menyelamatkan hidupnya sekali. Dong Soo memperbaiki kalung itu kemudian mengenakannya selama ini. Ji Sun tersenyum dan mengamati dengan seksama, dan memberitahu Dong Soo bahwa itu miliknya.
Sedikit kilas balik ketika mereka bertemu saat masih remaja, dan ketika Ji Sun kehiliangan kalung itu.

Dong Soo mengatakan kalau Ji Sun telah menyelamatkan hidupnya, dan Ji Sun menyahut kalau kelihatannya mereka memiliki takdir yang menyatu … Saat Dong Soo mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah Ji Sun, Un datang di pojok dan menyaksikan ini.

Tuan Hong bertemu dengan Chun untuk menunjukkan padanya peta-peta itu dan melihatnya dengan tamak. Tuan Hong bertanya pada Chun apakah ia ingin untuk menggunakan peta-peta itu sebelum diserahkan pada Qing. Chun mengatakan padanya bahwa ia tidak perlu gulngan-gulungan yang palsu. Tuan Hong menyahut kalau Rencana itu yang asli dan ia akan menunjukkan kegunannya pada Chun. Chun dengan acuh tak acuh mengaatakan “terserahlah”
Kemudian, ketika Chun bertemu dengan Ji, Chun bertanya pada Ji apa yang mengganggunya. Ji bertanya mengenai Rencana itu, dan Chun mengatakan kalau itu paslu, jadi siapa peduli. Ji bertanya bagaimana jika itu memang yang asli, dan kalau itu benar, apakah Chun akan mengambilnya? Chun hanya tertawa, mengatakan bahwa yang ia inginkan adalah pergi dan hidup dengan bebas. Chun memberitahu Ji bahwa ia mungkin memang tak tahu terlalu banyak, tapi ia tahu bahwa ia ingin mereka semua di bawah kakinya. Ji bangkit dengan marah dan berkata padanya, bahwa tidak semua di dunia ini akan terjadi sesuai dengan yang diinginkan oleh Chun.
Dong Soo dan Un mendaki balik ke menara suar, di mana Yu Tae dan Cho Rip sangat senang bertemu dengan mereka. Dong Soo meminta Yu Tae untuk mengatakan yang sebenarnya, bahwa ia hanya ada di sini selama beberapa saat, bukannya 30 tahun. Yu Tae mengakuinya dengan mengatakan: “jadi kenapa?” Dong Soo memberitahu Cho Rip kalau mereka akan pergi ke Istana keesokan harinya, dan sementara Cho Rip mencerna maksud dari perkataan itu, Un bergabung dengan mereka, bertanya pada Yu Tae bagaimana seorang Jenderal dikirim ke menara suar ini, yang membuat Cho Rip terjungkal saking terkejutnya …


Dong Soo menjelaskan bahwa Yu Tae difitnah dan ia kemudian diturunkan pangkatnya. Cho Rip mengingat-ingat struktur komando untuk memahaminya, yup, penjaga menara suar ini adalah seorang pejabat tingkat tinggi. Yu Tae mengatakan, yah baiklah, maka kalian semua seharunya menunjukkan penghormatan yang sepantasnya padaku dan berlutut di sini. Cho Rip benar-benar melakukan itu, sementara Dong Soo menunjukkan bahwa dia hanyalah seorang penjaga menara suar sekarang ini, bukan seorang komandan atau jenderal, dan kemudian menuju tempat tidurnya, membuat Yu Tae tertawa terbahak-bahak.


Kembali ke kota, Jang Mi memberitahu Sa Mo mengenai Dong Soo yang tergigit ular. Dia melakukan ini semua untuk membujuk Sa Mo agar menikah dengannya, yang tidak berhasil dengan baik, tapi sangat lucu. Gwang Taek, di lain pihak sedang duduk di tempat itu memikirkan kunjungannya ke Hoksa Chorong untuk menemui Ji. Jang Mi So (anak gadis Dae Pyo) menghidangkan makanan dan kemudian duduk di sampingnya untuk bercakap-cakap mengenai ayahnya dengan Gwang Taek.

 Photobucket

Ketiga pemuda itu keluyuran di sekitar tenda dan bercakap-cakap mengenai teman-teman mereka dari kamp pelatihan. Mereka kemudian mengucapkan selamat tinggal pada Yu Tae, Dong Soo berhasil menyempatkan waktu untuk  mengharapkan kehidupan yang damai bagi Yu Tae … saat ia berdua dengan Yu Tae. Sementara Yu Tae menyahutnya dengan sederhana dan seperti biasanya, “pergilah kau, kau akan mengalami kehidupan yang keras sekarang, karena kau tak sopan!”
Ketika ia kembali ke menara suarnya, Yu Tae dihadang oleh para pengawal kerajaan, yang bertanya apakah ia adalah Jenderal Seo Yu Tae. Yu Tae mengakui bahwa itu memang dirinya, dan kemudian Yu Tae ditangkap.
Kembali ke Istana, para pemuda kembali mengenakan seragam mereka, dan Im memberitahu pada mereka apa yang diharapkan dari mereka di Istana, mereka seharusnya menjaga sikap mereka dan belajar. Un bertanya apakah Pangeran Mahkota dalam bahaya. Im memberitahu bahwa Pangeran Mahkota jarang mendapatkan masa damai. Setelah Dong Soo menyela dengan sesumbarnya yang biasa, Im memberitahu mereka harus bekerja keras untuk memperbaiki cara mereka berbicara dan juga sikap mereka.
Tuan Hong bertemu dengan Menteri Keadilan, mengingatkanya bahwa Pangeran Mahkota akan ada di pihak yang kalah, dan membujuk Menteri itu untuk mengganti dukungannya ke pihak mereka. Menteri itu dengan marah bertanya apakah ini sebuah ancaman, dan Tuan Hong memberitahunya bahwa dia hanya mengingatkan si Menteri mengenai perubahan dari arah angin yang sedang bertiup.
Kemudian Tuan Hong dan pengawal pribadinya, mengunjungi Dae Ung (si In). Mereka memberinya sebuah lengan kulit, yang terutama membuat tangan kirinya menjadi sebuah senjata pemukul. Sebagai imbalannya, Tuan Hong memintanya ada tugas yang harus diselesaikan olehnya, jadi In keluar dan membunuh si Menteri Keadilan.

 
Chun tiba di Istana, dan dengan mudah berhasil menyusup untuk menemui Pangeran Mahkota yang tampak terkejut. Chun memberitahu Pangeran Sado bahwa ia kemari tidak untuk membunuhnya, jadi tak usah menghunuskan pedangnya. Chun duduk dan segera mengungkapkan tujuannya. Dia bertanya apakah Pangeran bisa menyerah atas Rencana Ekpedisi ke Utara, karena ini masih belum terlambat. Chun kemudian bertanya apakah sebuah negara kecil dapat benar-benar menginvasi Qing. Sado menyahut bahwa Joseon dulunya pernah mengusai daerah itu sepenuhnya, apakah sekarang Joseon dan dirinya bisa diperlakukan sebagai suatu gurauan belaka?
Chun memberitahu Pangeran Sado bahwa itu semua hanyalah sebuah angan-angan saja, tapi Pangeran menyahut bahwa ia akan membuat itu semua terjadi. Sado bertanya apakah Chun dapat berdiri di pihaknya, yang mana segera mendapat jawaban dari Chun: Tidak. Sado memberitahunya bahwa itu berarti Chun telah menyerah untuk hidup sebagai manusia yang sesungguhnya, dan Chun berujar bahwa ia telah menyerahkan itu sudah lama. Chun mengatakan bahwa jika Pangeran melihat dirinya bukan sebagai seorang manusia karena telah menentang sang Pangeran maka Chun mempertimbahkan bahwa Pangeran bukanlah apa-apa selain seekor binatang buas. Dia bertanya pada Pangeran apakah memahami perkataannya, dan masihkah tak bersedia menyerah?
Sado memberitahu Chun bahwa meskipun nantinya ia benar-benar akan mati di sini, ia tak akan menyerah atas Ekspedisi ke Utara.


Chun mengangguk dengan sikap pasrah. Dia membuka ikatan pedangnya yang ia bawa di punggungnya dan menghadiahkannya pada Pangeran. Dia memberitahu Pangeran bahwa ini adalah pedang yang sangat berharga, dan jika ia harus bertemu Pangeran lagi, dia akan menggunakan pedang ini pada Pangeran.
Ketika ia bangkit dan beranjak pergi, Chun kembali berhenti sejenak dan memberitahu Pangeran lagi untuk membiarkan Rencana itu menghilang saja.
Jenderal Seo Yu Tae diinterogasi (disiksa). Komandan Im berhasil menguping sementara Tuan Hong tampaknya mulai menunjukkan tujuan aslinya. Tuan Hong mencoba agar Jenderal Seo mengatakan bahwa Pangeran Mahkota sedang merencanakan sebuah ekspedisi militer, dan ini dapat dianggap sebagai pengkhianatan. Seo menjawab bahwa pasukan itu adalah Pasukan Pengawal Raja, bukan Pangeran Mahkota. Jadi kemudian Tuan Hong mencoba bertanya apakah Jenderal Seo berpikir bahwa Pangeran Mahkota peduli apa yang terjadi padanya? Dia menyuruh pada Jenderal Seo tak mengharapkannya dan berbohong mengenai Pangeran Mahkota. Yu Tae menyahut bahwa hidupnya milik Raja dan tak ada siksaan yang akan membuat dirinya akan menuruti semua kemauan Tuan Hong.
Tuan Hong memberitahunya bahwa Pangeran Mahkota secepatnya akan bergabung dengan dia sebagai seorang tahanan.
Dan kemudian Raja diinformasikan bahwa Jenderal dan Pangeran Sado sedang merencanakan sebuah pemberontakan. Tuan Hong meyakinkan Raja bahwa itu memang benar. Utusan Qing menuntukkan bahwa semua ini adalah pasukan perbatasan Utara. Sebagai bukti yang mengkonfirmasikan itu, Tuan Hong membawa peta-peta itu.
Komandan Im menemui Pangeran Mahkota dan memberitahukan semua, apa yang sedang terjadi, bahwa ada sebuah pertemuan Noron, dan Jenderal Seo disiksa, tapi Im menduga bahwa itu semua karena perjalanan inspeksi sebelumnya. Pangeran berpikir bahwa ia seharusnya menyelamatkan Jenderal Seo, tapi Im menghentikannya. Tiba-tiba, Pangeran menyadari bahwa peta-peta itu telah dicuri dan digantikan dengan gulungan kosong.
Secara bersamaan, Pangeran dipanggil menghadap Raja dan para menteri. Dia berencana untuk menjelaskan segala sesuatunya, tapi dia berdiri diam ketika Tuan Hong dan utusan Qing mengumumkan bahwa peta-peta itu dari Ekspedisi ke Utara, dan bahwa itu berarti pengkhianatan!

 
Pangeran akhirnya menyatakan bahwa itu bukanlah pengkhianatan. Dia memberitahu utusan Qing bahwa Qing tidak memiliki Joseon, dan dalam sejumlah besar catatan sejarah, hal yang sebaliknya yang benar, bahwa Joseon lah yang memiliki daerah yang sekarang dimiliki oleh Qing. Utusan Qing bertanya apakah Pangeran melupakan invasi dari Qing. Sado menyahut bahwa ia tak melupakannya, tapi sementara Raja mereka membungkuk hormat pada Kaisar Qing, mereka bukanlah bawahannya. Baru kemudian, satu dari para menteri menunjukkan jubah yang dipakai oleh Pangeran Mahkota. Sulamannya menunjukkan itu Naga bercakar 7, yang merupakan sebuah sulaman Raja. Memakai simbol seperti itu juga pengkhianatan, karena itu menekankan bahwa ia berada dalam tingkat yang sama dengan Kaisar ….
Sedikit kilas balik, itulah alasannya pada pertemuan faksi Noron, sebuah jubah kerajaan ditunjukkan pada Ratu dan diberikan padanya. Jubah itu kemudian dihadiahkan pada Pangeran Sado oleh Ratu, dan sekarang digunakannya, sesuai dengan rencana mereka.

Raja mengamati jubah itu, dan tertegun, mengambil sebuah pedang dan memotong sulaman yang menyinggung itu.
Komandan Im memanggil para pemuda dan memerintahkan mereka untuk mengawal Ji Sun pergi, karena semuanya telah menjadi kacau.

Pangeran berlutut di hadapan Raja dan menyangkal telah berkhianat, sementara Tuan Hong dan para menteri bersikukuh agar Pangeran ditangkap. Raja melucuti status dari Pangeran Mahkota, memaksanya untuk menyembah di hadapannya, dan menyuruhnya ditangkap.
Para pemuda merencanakan pelarian Ji Sun. Cho Rip menunjukkan bahwa para pasukan pertahanan akan menyerang mereka. Dong Soo, memutuskan bahwa hanya ada satu jalan untuk keluar dari Istana.Jalan itu melalui Gerbang Kematian, kemana mayat-mayat di bawa keluar.
Puteri Mahkota pergi menghadap Raja dan memohon bahwa mungkin ini semua dikarenakan sakitnya (ingatan) yang diderita oleh Pangeran Mahkota. Puteri memohon pada Raja agar menarik kembali perintah penangkapannya. Raja menjawab bahwa semuanya sudah berakhir.

 
Cho Rip dan Dong Soo menyerbu ke dalam tempat persemayaman dan mencuri pakaian dari para pengawal serta beberapa benda yang mereka perlukan. Mereka mendorong sebuah kereta keluar dari pintu gerbang, di mana para pengawal memeriksa mereka, tapi Ji Sun berhasil menyusup keluar dengan berpakaian sebagai salah satu pengawal kereta. (Dong Soo telah mencuri pakaian berbau menyengat dari sesosok mayat dan menyamar sebagai mayat itu sendiri.)  Mereka berhasil lolos dari pemeriksaan dan keluar dari Istana.
Mereka kemudian kembali mengenakan pakaian mereka masing-masing dan menuju ke hutan di mana mereka bertemu dengan ketiga teman lama mereka dari kamp pelatihan. Tiba-tiba mereka diserang, dan Sa Mo terkena sebuah pisau yang dilemparkan.
Dae Ung (si In) muncul dengan 2 anakbuahnya dan setelah pertengkaran mulut seperti biasanya, mencoba untuk merebut Ji Sun. Ketiga pemuda lainnya segera menyerang Dae Ung.
 
Photobucket

Baru saja Un maju untuk bertarung melawan Dae Ung, Gwang Taek datang. Dae Ung segera mengeluarkan bom asap dan melemparkannya ke tanah lalu lari pergi bersama-sama dengan kedua anakbuahnya.
Sa Mo dibawa ke markas bandit di mana Hwang Jin Ki tinggal. Jin Ki merawatnya dan mereka menunggunya untuk pulih. Ji Sun tinggal bersama-sama dengan Jin Ju, dan Jin Ju mengambil kesempatan itu untuk memberitahu Ji Sun bahwa Dong Soo adalah miliknya, sebuah percakapan kecil itu membuat Ji Sun terkejut.
Gwang Taek bertanya apa yang sedang terjadi di Istana, tapi ketiga pemuda itu tak dapat memberitahunya selain misi yang diberikan pada mereka. Dong Soo dipenungi dengan kesedihan, jadi Gwang Taek membawanya keluar untuk berlatih pedang, yang itu artinya Dong Soo mendapatkan banyak pukulan, dan diberitahu agar tidak bertarung dengan emosinya.


Kemudian Gwang Taek menyerang Un, yang meminta berlatih juga. Sementara Un mampu menangkis beberapa serangan, dia juga kalah. Gwang Taek memberitahunya bahwa ia dapat melhat kalau Un memegang pedangnya seperti ingin membunuh.

Dong Soo dan Ji Sun duduk dan berbincang-bincang. Dong Soo bertanya bagaimana Ji Sun menjadi seorang biarawati. Ji Sun menjawab kalau itu takdirnya sejak ia dilahirkan dan bahwa hari-harinya sangat panjang dan sulit. Dong Soo menyuarakan bahwa ia akan melindunginya karena sekarang Ji Sun tidak di Istana lagi. Ji Sun menyahut kalau ia tidak ingin membahayakan orang lain. Dong Soo memberitahunya bahwa tidak ada sesuatu yang disebut dengan takdir! Sebaliknya ia percaya dengan pilihan seseoranglah yang menentukan jalan hidupnya, kalau tidak dia akan tetap menjadi seorang yang cacat.
Sa Mo mulai pulih, dan petang itu Un menyelinap keluar untuk bertemu dengan Chun. Chun bertanya padanya apa yang ia pikir mengenai Gwang Taek, dan Un menjawab bahwa Gwang Taek beberapa lebel di atasnya. Chun memberitahu Un bahwa itu lebih dari sekedar beberapa level saja. Chun mengatakan pada Un bahwa alasan mengapa dirinya tak menyerang Gwang Taek adalah karena saat mereka bertarung, Gwang Taek selalu menahan dirinya. Chun bertanya apakah Un tahu mengapa, dan Un menjawab itu karena Gwang Taek lebih kuat. Chun menyahut mungkin, tapi ia pikir itu karena Gwang Taek tak memiliki keinginan untuk membunuh dirinya. Kecuali mereka beruda benar-benar ingin saling membunuh satu sama lain, pertarungan mereka bukanlah pertarungan yang sesungguhnya. Kemudian Un memberitahu Un kalau ia ada tugas yang harus dilakukan oleh Un. Ia memerintahkan Un pergi ke kios jagal, ia ingin  membuat Gwang Taek sangat marah sehingga ingin membunuhnya. Di sana di hutan di atas sebuah pohon di depannya, Un melihat kata : “BUNUH”
Un dan dua orang lainnya berkuda ke kediaman Sa Mo di mana para pemuda dari kamp gunung sedang melepas lelah. Di sana, Un secara pribadi menghunus pedangnya dan ia menusuk pemuda pertama. Yang lain terbangun, jadi ia membuat mereka tak bergerak dengan jarum, kemudian menusuknya juga sementara pemuda itu berkata, “Un? Kaukah itu?” Ketika pemuda itu roboh tampak Un meneteskan air mata yang bergulir di wajahnya, menembus penutup mukanya ….






Sinopsis "Warrior Baek Dong Soo" Episode 10

Judul : Warrior Baek Dong Soo
Episode : 01 | 02 | 03 | 04 | 05 | 06 | 07 | 08 | 09 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29

Episode 10



Pelukis Kim Hong Do memberitahu Pangeran Mahkota bahwa tato map itu sebenarnya terdiri dari 3 peta. Peta 1 memberitahu jalur terdekat untuk menuju ke Beijing. Map ke 2 menunjukkan bermacam-macam taktik, yang dijelaskan  secara terperinci, yang dapat digunakan dalam rute tersebut. Map 3 menunjukkan kelemahan dari pertahanan perbatasan Qing, membuat serangan serentak memungkinkan. Pangeran bertanya apakah ini sungguh-sungguh berarti bahwa sebuah pasukan dengan menggunakan peta-peta ini dapat mencapai Beijing tanpa ada hambatan. Kim Hong Do menyetujui pandangan dari sang Pangeran.

 

Kembali ke menara suar, hujan tercurah turun dengan derasnya sementara Dong Soo baru saja kembali dari jalan-jalan. Cho Rip memberitahunya ia bisa jatuh sakit, dan Dong Soo mengatakan kalau ia sudah merasa sakit di hatinya karena Ji Sun. Un mendengar ini, tapi anehnya, yang ia ingat adalah Chun memberitahu dirinya mengenai penderitaan menjadi seorang pembunuh gelap, merasakan penderitaan dari orang lain.
Seo Yu Tae masuk dan memberitahunya bahwa menjadi seorang pria itu berarti mampu mengubur cinta seperti ini dalam-dalam di hatimu dan menahan penderitaan itu. Dia memberitahu Dong Soo bahwa hal-hal ini sangat menyakitkan karena Dong Soo masih muda. Kemudian ia mengatakan bahwa hal yang sama juga berlaku dalam mempelajari seni bertarung. Seorang ahli bertarung tidak menggunakan keahliannya untuk bertarung dan membunuh, tapi merasakan penderitaan orang lain untuk menyelamatkan rakyat  dan membantu mereka. Yu Tae bertanya pada Un apakah ia pernah mengalami cinta menggebu-gebu, Un menyangkalnya.

Jin Ju berakhir dengan  mengantarkan dua anak kecil yang ia bantu ke rumah Sa Mo untuk mendapatkan makanan dari Jang Mi. Gwang Taek berujar bahwa Jin Ju mengingatkannya akan Ji (meskipun Gwang Taek menggunakan nama aslinya Ji, Ga Ok). Sa Mo mengatakan padanya kalau ini sudah 20 tahun berlalu, lupakan saja mengenai Ga Ok.

In muncul di kediaman tuan Hong, yang mengamatinya dan kemudian bertanya apa yang terjadi. In memina Tuan Hong agar menerimanya untuk melayani tuan Hong. Tuan Hong tertawa dan bertanya bagaimana keadaan dari Gwang Taek. Lord Hong mengatakan akan melemparkan In keluar, ketika In menekankan kalau ia tahu bagaimana menjebak Gwang Taek. Tuan Hong akhrinya membiarkan In masuk, tak mempedulikan keluhan dari istrinya. Dia menjelaskan kalau ia masih dapat memanfaatkan In.

Gwang Taek pergi ke seorang penjual pedang dan meminta agar dibawa ke markas Hoksa Chorong. Matanya kemudian ditutup dengan kain dan dibawa ke markas Hoksa Chorong. Sesampainya di sana ia bertemu dengan Chun, yang mengatakan padanya bahwa tidak ada seorangpun yang mengunjungi markas ini dan pergi hidup-hidup. Gwang Taek berkata kalau ia mungkin yang pertama dan terakhir, dan segera dengan cepat melucuti senjata dua orang yang menjaganya, sementara Ji mengawasi dari samping.


Gwang Taek mengatakan pada Chun kalau ia datang kemari untuk mendengarikan Ga Ok bermain musik. Chun setuju, dan mengatakan kalau ia akan pergi mengambil beberapa botol anggur, meninggalkan Gwang Taek dan Ji berdua saja. Ji memainkan musiknya sementara Gwang Taek memberitahunya bahwa ia telah menolak semua posisi di pemerintahan yang ditawarkan padanya, dan sebaliknya hanya menginginkan hati Ji. Ji memberitahu Gwang Taek kalau ia seharusnya pergi saja, bahwa Ga Ok yang ia tahu sudah mati. Gwang Taek bertanya mengenai perjanjian mereka, bahwa ia akan mengeluarkan Ji dari tempat ini, dan akan menunggu jawabannya selama 10 hari.

Ketika Chun kembali, mereka duduk dan minum-minum. Gwang Taek memberitahu Chun kalau ia telah meminta Jii untuk pergi. Chun bertanya apa Gwang Taek pikir Ji akan bersedia. Gwang Taek menjawab kalau dirinya tak tahu, tapi ia berpikir akan memaksanya untuk pergi. Chun tertawa dan mengatakan kalau Gwang Taek pasti sudah mabuk.
Gwang Taek menyahut sangat bagus kalau ia bisa mabuk seperti yang dilakukan oleh Chun. Ketika ia beranjak pergi, Chun memberitahu Gwang Taek bahwa orang-orang mengatakan ketika kita menjadi semakin tua, kita akan semakin mirip, jadi kau pasti juga akan menjadi sinting.
Photobucket

Komandan Im mengunjungi gibang, di mana ia bertemu dengan Gu Hyang, memintanya untuk pergi ke Istana dengan alasan yang tak disebutkan. Gu Hyang menolak kecuali ia tahu siapa yang memanggil dirinya, dan akhirnya Im memberitahu kalau orang itu Pangeran Mahkota. Im curiga kalau percakapan mereka disadap, tapi Gu Hyang mengatakan kalau Im mengada-ada, karena tidak ada seorangpun di tempat ini.
Gu Hyang meminta waktu sebentar untuk bersiap-siap, dan segera pergi ke ruangan yang lain di mana ia bertemu dengan Chun dan memberitahunya apa yang terjadi. Chun menduga bahwa mereka menginginkan keahlian medis dari Gu Hyang untuk alasan tertentu, dan menyuruhnya untuk pergi.
Jang Mi, Jang Mi So, dan Jin Ju membawa bungkusan makanan ke menara suar bagi ketiga pemuda kita. Jin Ju terseret ke tugas itu ketika anak-anak kecil mencuri uangnya, jadi ia bekerja sepanjang hari untuk mendapatkannya kembali. Dong Soo kemudian meliat seorang anak kecil kumal di sekitar tebing, dan setelah ketiga pemuda itu menerima semua barangnya dan menghadapi Jin Ju dan yang lainnya, Cho Rip memperlakukan para wanita itu dengan mengisahkan kembali dengan dramatis luka Dong Soo dan cara penyembuhannya.
Si gisaeng, Gu Hyang, sampai di Istana dan bertemu dengan Pangeran Mahkota, yang mengatakan kalau ia telah mendengar kalau Gu Hyang pernah mempelajari ilmu medis di Qing dan ingin tahu apakah sebuah tato dapat dihilangkan. Gu Hyang memberitahunya bahwa itu tergantung dari tato macam apa dan menjelaskan berbagai macam tipe dari tato. Gu Hyang mengatakan kalau ia harus melihat dulu tato itu untuk menentukan apa itu dapat dihilangkan.
Kemudian Ji Sun dihadapkan padanya, Gu Hyang melihat tato itu dan mengatakan kalau tato itu dapat dihilangkan, tapi akan memerlukan 3 perawatan yang sangat menyakitkan. Pangeran Mahkota bertanya apakah itu bisa dilakukan segera, dan Gu Hyang menjawab kalau ia perlu mempersiapkan beberapa hal dulu.

 
Ketika para gadis beranjak pergi dari menara suar, Dong Soo akhirnya memanggil Jin Ju dengan namanya, akhirnya membuktikan bahwa ia mengingatnya sebagai Jin Ju di masa remajanya. Yu Tae, di lain pihak, memberitahu para gadis bahwa hujan akan segera turun, dan benar saja malam itu sebuah hujan besar seperti badai terjadi dan membuat banyak kerusakan di kamp mereka.
Hong Sa Hae mengunjungi rumahnya dan memberitahu ayahnya, Tuan Hong, mengenai ketiga pemuda itu yang dikirim sebagai penjaga menara suar. Tuan Hong menyadari bahwa jika Komandan Im menaruh perhatian pada masalah ini, maka Pangeran Mahkota pasti ada hubungannya dengan ketiga pemuda itu. Dia bertanya mereka ditugaskan ke menara suar yang mana, dan ketika mendengar bahwa mereka dikirim ke menara suar seksi pertama, dia menyadari bahwa ketiganya secara khusus dikirim ke menara suar di mana Seo Yu Tae berada, untuk belajar darinya.
Tuan Hong segera melakukan pendekatan langsung dan bertanya pada Komandan Im mengenai informasi tentang ketiga kandidat yang dikecualikan dari ujian. Dia melihat pada catatan mereka, dan melihat nama Baek Dong Soo. Dia memberitahu Komandan Im untuk mengadakan ujian menara suar secepatnya. Ketika ia pergi, Tuan Hong merenungkan nama dan usia dari Baek Dong Soo, dan menyadari kemungkinan siapa dia sebenarnya.
Seorang kurir dikirim dari Istana dan sampai ke sebuah menara suar.  Beberapa menara suar berhasil dinyalakan oleh para penjaganya. Bagaimanapun juga dikarenakan badai yang besar, para pemuda kita masih mengumpulkan kayubakar kering untuk menara suar mereka.
Kembali ke Istana, Tuan Hong melacak keberadaan Pangeran Mahkota di tempat latihan memanahnya untuk memberitahukan kenyataan bahwa ia telah mengadakan ujian menara suar, hukuman untuk yang gagal adalah mati.

Gagal untuk menemukan kayu bakar kering di hutan, Dong Soo mencuri beberapa dari kuil, dan saat dalam perjalanan kembali ia melihat kalau api menara suar sedang menyala. Un dan Cho Rip juga telah melihat api itu dan sedang mencoba untuk memutuskan apa yang harus mereka lakukan.
Hujan mulai turun lagi, jadi bahkan kayubakar yang baru juga menjadi basah. Yu Tae memberitahu mereka untuk berlari ke menara suar berikutnya. Cho Rip mengatakan kalau itu terlalu jauh. Dong Soo memutuskan bahwa sepanjang mereka dapat menyalakan menara suar pada tempat terdekat dengan Istana, maka sisanya tidak masalah, jadi ia mengusulkan untuk melewati yang lain untuk menyalakan yang satu itu, meskipun itu sangat jauh.

Dong Soo segera berangkat berlari, dengan Un mengikutinya dan Cho Rip diperintahkan untuk tetap tinggal. Dong Soo dan Un mencapai sebuah tebing di atas sungai, dan sebelum Un dapat menyatakan keberatannya, Dong Soo telah melompat ke dalam air. Dia melambai kepada Un, yang mencari rute yang lain.
Gu Hyang kembali ke Istana dengan sebuah kotak peralatan untuk menghilangkan tato. Bagaimanapun juga, ketika ia menyiapkannya, dia justru mengeluarkan sebuah pisau …

Pangeran Mahkota menunggu di Istana, mengawasi ke arah menara suar di dekat Istana, sementara Dong Soo lari dan terus berlari sekuat tenaganya. Saat ia hampir akan roboh kelelahan, Un muncul di atas sebuah kuda yang ia curi dari seorang kurir. Un menjelaskan bahwa sementara ia mencuri akan membuat mereka dipukuli, gagal menyalakan menara suar berarti mati, jadi dia tidak merasa terlalu rugi. Dong Soo mengatakan bahwa selalu berkumpul dengan dirinya ternyata telah membawa efek pada Un, jika Un mulai berpikir seperti itu …
Sementara itu, Jin Ki memenuhi undangan Sa Mo untuk berkunjung dengan Gwang Taek. Gwang Taek bertanya apakah ia adalah ayah Jin Ju, dan ia mengiyakannya kemudian bertanya apa yang telah dilakukan oleh Jin Ju. Sa Mo bertanya mengapa Jin Ki terlambat, dan Jin Ki menjelaskan bahwa ia melihat Un sedang mencuri sebuah kuda, dan menghunuskan pedangnya pada kurir itu untuk membantu Un meloloskan diri, karena ia tahu kalau itu adalah ujian menara suar.
Un dan Dong Soo berhasil mendekati pos menara suar terdekat dengan istana, tapi karena mereka tidak memiliki dokumen yang seharusnya, pejabat di sana menolak mendengarkan permintaan mereka.


Saat matahari menjelang terbenam, Tuan Hong berkumpul bersama dengan Pangeran dan Komandan Im untuk melihat apakah sinyal api menara suar akan dapat dinyalakan.
Di lain tempat, Ji Sun bertanya pada Gu Hyang jika tatonya terlihat mengerikan. Ji Sun memberitahunya bahwa tato ini tidak ada bedanya dengan tanda seorang budak untuknya. Dia bisa mengatakan seperti itu dikarenakan tato itu, banyak orang yang bahkan ia tidak tahu telah memburunya selama ini.
Kelihatannya pasukan di pos tersebut telah diberi perintah jika ada para prajurit magang yang tiba, dalam kondisi apapun juga petugas di sana tidak mengijinkan mereka masuk. Bagaimanapun juga, ia bersedia untuk menukar kuda mereka demi 2 busur (dan anakpanah). Keduanya terpaksa menerima pertukaran (cukup adil karena kuda itu curian, bukanlah milik mereka) dan berhasil menemukan lokasi tempat menara suar terdekat, kemudian bersiap untuk menembakkan panah api ke menara suar dari pos itu, untuk menyalakannya sendiri.


Dong Soo menembakkan panah api pertama, dan menara suar pertama menyala …
Kembali ke Istana, Pangeran berhasil sedikit menggali mengenai Tuan Hong yang kelihatannya menginginkan kegagalan dari ujian ini.
Dong Soo berhasil menyalakan ketiga menara suar, tapi saat ia mengarahkan busurnya pada menara suar ke empat, badai yang hebat mulai menghembus.
Hujan mulai turun. Dan di Istana, Tuan Hong juga mulai tersenyum simpul, sementara Pangeran mulai mengeluarkan keringat dingin.
Usaha Dong Soo untuk menyalakan menara suar yang keempat gagal, dan ketika ia mengarahkan targetnya lagi dalam keadaan hujan, dengan panah terakhir yang mereka miliki, dia mulai berpikir lagi.  Dong Soo kemudian menyerahkan busur dan anak panahnya pada Un.

 
 
Un melepaskan anak panah terakhir itu … dan berhasil menyalakan menara suar terakhir … Hip … hip huray …. Dia berhasil …. Mereka berhasil …. Wasem tegang bener deh tadi … ahahaha … Dong Soo dan Un sangat gembira sekali atas keberhasilan mereka. Cho Rip dan Yu Tae bergembira ria saat mereka melihat nyala api menara suar, dan Pangeran melepaskan pandangan yang tak menyenangkan pada Tuan Hong kemudian melihat ke arah menara-menara suar itu dengan hati sangat puas.

 
Sementara itu, Gu Hyang merenungkan perintah yang diberikan padanya untuk mendapatkan tato itu. Setelah berhasil membuat Ji Sun tidur dengan dupa bius, dia menarik keluar pisaunya. Dia kemudian mengingat bagaimana ia juga dulu mendapatkan sebuah tato, tato yang menutupi tanda budak. Kelihatannya ia dulu adalah anak gadis seorang pejabat yang kemudian memimpin pemberontakan, dan akhirnya tertangkap, seluruh keluarganya dihukum menjadi budak. Dia sangat berterimakasih pada Chun yang telah menutupi tanda budaknya dengan sebuah tato. Tapi sekarang dia seperti melihat dirinya sendiri dalam diri Ji Sun, tertanda dan menjadi budak.
Daripada membunuh Ji Sun, ia memilih pilihan kedua, mencuri lukisan peta dari ruangan itu.
Ketika Pangeran kembali ke ruangan itu, ia menemukan bahwa Gu Hyang telah lenyap dan Ji Sun sedang menunggu kepulangan sang Pangeran, tak menyadari hilangnya peta-peta itu.
Komandan Pos Menara Suar membawa Un dan Dong Soo kembali untuk menemui Komandan Im, dan pada awalnya Un dan Dong Soo sedikit ketakutan karena mereka pikir mereka dalam masalah karena telah mencuri seekor kuda dan menggunakan panah berapi. Tapi ternyata Komandan Im justru memberi ucapan selamat pada mereka karena telah berhasil mengerjakan tugas dengan sukses. Di lain pihak ia mengancam untuk menurunkan pangkat si kurir karena kehilangan kudanya. Im kemudian memberitahu si kurir itu, yang kelihatan memelas, kalau ia akan membiarkan semua ini, asal kurir itu tetap diam mengenai peristiwa yang terjadi sepanjang hari ini.

Malam itu Ji Sun dan Dong Soo, keduanya sama-sama berkeliling di sekitar Istana, pada dasarnya ingin melemaskan kaki mereka. Dong Soo mengeja kata C I N T A dengan kelopak bunga di taman kecil, dan Ji Sun berjalan di sekitar taman sementara angin menerbangkan kelopak-kelopak bunga itu….. awwwwww …..

 
Gu Hyang menyampaikan peta-peta itu pada Tuan Hong, yang mengumumkan bahwa dengan benda ini di tangannya, maka rencananya dapat dilanjutkan. Rencana apa? Waduh … Hidup Pangeran tampaknya ada di tangannya … OMG … !!! Tuan Hong segera memerintahkan para pejabat faksi Noron untuk mengadakan pertemuan. Dalam pertemuan itu tebak siapa yang muncul??? Sang Ratu sendiri!!! …. o_O ….
Tuan Hong mengungkapkan pada mereka semua bahwa telah ada titah dari Kaisar Qing, yang tampaknya berlawanan dengan maksud mereka semua yang mengatakan bahwa Pangeran Mahkota seharusnya yang mewarisi tahta. Semua pejabat Noron tampak sangat terkejut, dan Tuan Hong melanjutkan bahwa titah itu telah dihancurkan. Jadi sekarang mereka memiliki kesempatan besar di tangan mereka, sebelum titah yang lain sempat dikirim oleh utusan Qing, untuk menyingkirkan Pangeran Mahkota …
Dari sebuah kotak, beberapa jubah kerajaan dibawa ke hadapan Ratu, yang mengangguk kemudian mengingatkan mereka semua yang hadir, bahwa tidak boleh ada seditikpun kesalahan. Tuan Hong menyatakan bahwa mereka akan dapat mengambil jiwa Pangeran Mahkota.
Rencana apapun yang telah mereka miliki, sekarang telah mulai dilaksanakan ….